<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muslimbiasa's Blog</title>
	<atom:link href="http://muslimbiasa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimbiasa.wordpress.com</link>
	<description>MENELADANI GENERASI TERBAIK UMAT INI</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Jan 2010 16:54:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muslimbiasa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4d7c7af1ad520311379ac3a84f1dafc9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Muslimbiasa's Blog</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muslimbiasa.wordpress.com/osd.xml" title="Muslimbiasa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muslimbiasa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENGENAL HASAN ALBANA (PERSATUAN GADO-GADO)</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/mengenal-hasan-albana-persatuan-gado-gado/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/mengenal-hasan-albana-persatuan-gado-gado/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 03:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Hasan Al-Banna adalah seorang yang berakidah asy&#8217;ari yang sesat dan juga seorang sufi sebagimana dia akui sendiri dalam kitabnya &#8220;Mudzakirat Dai&#8217;yah&#8221;. Dia menghadiri wirid-wirid dan dzikir-dzikir shufiyah, membai&#8217;at tarekat Al-Hashafiyah Asy-Syadziliyah. Ia kagum pada kitab-kitab sufi dan ia sebutkan dalam bukunya beberapa judul kitab-kitab sufi tersebut, antara lain &#8220;Al-Mawahib Al-Laduniyah&#8221; (Pemberian-Pemberian Langsung dari Allah) karya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=34&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasan Al-Banna adalah seorang yang berakidah asy&#8217;ari yang sesat dan juga  seorang sufi sebagimana dia akui sendiri dalam kitabnya &#8220;Mudzakirat Dai&#8217;yah&#8221;.  Dia menghadiri wirid-wirid dan dzikir-dzikir shufiyah, membai&#8217;at tarekat  Al-Hashafiyah Asy-Syadziliyah. Ia kagum pada kitab-kitab sufi dan ia sebutkan  dalam bukunya beberapa judul kitab-kitab sufi tersebut, antara lain &#8220;Al-Mawahib  Al-Laduniyah&#8221; (Pemberian-Pemberian Langsung dari Allah) karya Al-Qisthilani.  Orang-orang yang bergabung bersamanya mengikuti prinsipnya. Ia membentuk Yayasan  Al-Hashafiyah yang kemudian diketuai oleh Ahmad Askari atau As-Sukri. Di dalam  buku &#8220;Mudzakirat&#8221; di atas, Hasan Al-Banna menyebutkan bahwa Yayasan  Al-Hashafiyah yang dibentuknya berubah bentuk yang baru yaitu menjadi Ikhwanul  Muslimin.</p>
<p>Prinsip Pertama : Persatuan Batil<span id="more-34"></span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Hasan Al-Banna menyatukan semua orang yang mengaku Islam apakah mereka berakidah  sufi, wihdatul wujud, syi&#8217;ah dan rafidhah. Kalau kita melihat hizb yang dia  bentuk, tampak seolah penggagasnya hendak membuat sebuah daulah  negara.</p>
<p>Dan kita ketahui negara demokrasi di masa kini memberi kebebasan  kepada warganya ntuk menganut akidah mana saja. Siapa pun akan tetap diakui  sebagai warga negara selama ia patuh terhadap UU negara.</p>
<p>Hasan Al-Banna  telah membuat aturan-aturan, organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah  tangga, kewajiban-kewajiban, bai&#8217;at dan larangan-larangan bagi jama&#8217;ah Ikhwanul  Msulimin yang harus dipegang oleh setiap orang yang bergabung di  dalamnya.</p>
<p>Adapun akidah yang dia inginkan adalah akidah Shufiyah,  Asy&#8217;ariyah, atau akidah Ta&#8217;thil (meniadakan sifat Allah), atau akidah Syi&#8217;ah.  Dia mengharuskan pengikutnya berbai&#8217;at dan itu termasuk bagian dari sepuluh  rukun (ushul &#8216;isyrin) yang dia sebutkan dalam risalah-risalahnya. Seolah-olah ia  hendak mendirikan negara. Bahkan kita pernah menjumpai sebagian anggota Ikhwanul  Muslimin tidak melaksanakan shalat seperti yang telah disebutkan oleh Abbas  As-Sisi. Konon ia pernah mendatangi sekelompok anggota Ikhwanul Muslimin dalam  satu pertempuran, ia berkata, &#8220;Kami hendak shalat Ashar akan tetapi tidak ada  satu pun dari mereka yang mengerjakan shalat.&#8221;</p>
<p>Adalah Shalah Syadi sedang  berpergian dan banyak orang membuat kerusuhan dengan bom dan mereka melakukannya  di atas kapal, ia berkata, &#8220;Salah seorang di antara mereka tidak  shalat.&#8221;</p>
<p>Dalam bukunya &#8220;Dzikriyat la Muzdakarat&#8221; At-Tilmisani berkata,  &#8220;Seorang saudagar kaya yang masih minum arak minta bai&#8217;at kepada Hasan Al-Banna  dan ia dibai&#8217;at serta dimasukkan ke dalam keanggotaan Ikhwanul  Muslimin.&#8221;</p>
<p>Mencukur jenggot, menjulurkan pakaian di bawah mata kaki dan  mendengarkan musik adalah tidak apa-apa menurut Ikhwanul Muslimin. Bahkan boleh  saja hal itu dilakukan terang-terangan. Mereka mempunyai persediaan dana yang  banyak untuk membeli alat musik yang baru sebagaimana disebutkan dalam kitab  &#8220;Dzikriyat la Muzdakarat&#8221;. Jadi para pengikutnya boleh melakukan apa saja, asal  tetap patuh pada perintah jama&#8217;ah.</p>
<p>Jama&#8217;ah ini mirip negara, mereka tidak  menyerukan Islam, mereka menyeru untuk membentuk negara. Orang-orang yang  menyerukan Islam haruslah menyeru kepada satu akidah yang benar, kepada satu  peribadatan, dan kepada satu muamalah yang sesuai dengan dalil. Adapun mereka  tidak demikian.</p>
<p>Tata cara shalat Ikhwanul Muslimin berbeda-beda. Ada yang  mencukur jenggot, ada yang tidak. Ada shalat berjamaah dan ada yang tidak. Ada  yang berakidah Asy&#8217;ari, ada Syi&#8217;ah dan lainnya, semuanya masuk ke dalam Ikhwanul  Muslimin, persis seperti negara demokrasi.</p>
<p>Urusan yang paling penting  adalah bai&#8217;at kepada Hasan Al-Banna, patuh loyal kepada bendera Ikhwanul  Muslimin, taat, melaksanakan tugas yang dirancang oleh jama&#8217;ah dan imam. Dengan  demikian tujuan yang paling besar adalah agar setiap orang menjadi Ikhwanul  Muslimin.</p>
<p></span></span></div>
<p><span style="color:#010101;"> </span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;color:#010101;"><span style="font-size:10pt;">(Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy Syamari, pengajar di  Makkah al Mukaramah, dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian jama’ah  Ahlusunnah wal Jama’ah asal Belanda tentang perbedaan Ikhwanul Muslimin,  Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan Ihya ut Turats. Penerbit Maktabah As-Sahab  2003. Judul asli Turkah Hasan Al Banna wa Ahammul Waritsin. Penerjemah Ustadz  Ahmad Hamdani Ibnul Muslim.)</span></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=34&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/mengenal-hasan-albana-persatuan-gado-gado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IM FANATIK DENGAN PERKATAAN TOKOH MEREKA DAN MENOLAK NASH</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/im-fanatik-dengan-perkataan-tokoh-mereka-dan-menolak-nash/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/im-fanatik-dengan-perkataan-tokoh-mereka-dan-menolak-nash/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 03:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[IKHWANUL MUSLIMIN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/im-fanatik-dengan-perkataan-tokoh-mereka-dan-menolak-nash/</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadhi&#8217;ie (seorang Ashabul Hadits di Yaman) menyatakan dalam Al Makhraj Minal Fitan hal. 86 : &#8220;(Banyak) dari kalangan pengikut Ikhwanul Muslimun yang mengetahui bahwa mereka bodoh dalam masalah dien. Apabila kita menyatakan kepadanya : ‘Ini halal, atau ini haram adalah sudah kita tegakkan dalil- dalilnya’ maka ia akan mengelak sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=33&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadhi&#8217;ie (seorang Ashabul Hadits di Yaman) menyatakan dalam Al Makhraj Minal Fitan hal. 86 : &#8220;(Banyak) dari kalangan pengikut Ikhwanul Muslimun yang mengetahui bahwa mereka bodoh dalam masalah dien. Apabila kita menyatakan kepadanya : ‘Ini halal, atau ini haram adalah sudah kita tegakkan dalil- dalilnya’ maka ia akan mengelak sambil menjawab : ‘Yusuf Qordhawi di dalam Al Halal wal Haram bilang begini, Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah, atau Hasan Al Banna di dalam Ar Rasail atau Sayid Quthub dalam Tafsir fi Dzilalil Quran bilang begini dan begitu!’ Bolehkah dalil-dalil yang jelas dipatahkan dengan ucapan-ucapan mereka?&#8221; Tentu tidak karena tidak ilmiah. Karena itulah banyak diantara mereka yang masih meremehkan hukum &#8220;merokok&#8221; misalnya, yang telah ditegaskan keharamannya oleh ulama Ahlul Hadits Ahlus Sunnah wal Jamaah lewat berbagai tinjauan. Mereka (Ikhwanul Muslimin) mengikuti fatwa Syaikh mereka Yusuf Qordhawi yang tidak jelas dalam menerangkan hukumnya.</p>
<p>Sumber : assunnah.cjb.net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=33&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/im-fanatik-dengan-perkataan-tokoh-mereka-dan-menolak-nash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKATAAN MENYIMPANG TOKOH IM (DALAM AKIDAH)</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/perkataan-menyimpang-tokoh-im-dalam-akidah/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/perkataan-menyimpang-tokoh-im-dalam-akidah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 03:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[IKHWANUL MUSLIMIN]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal hasan al bana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Tidak Memperhatikan Masalah Aqidah Dengan Benar Seorang tokoh Islam Muhammad bin Saif Al A&#8217;jami menceritakan bahwa Umar Tilmisani yang menjabat Al Mursyidu Al &#8216;Am dalam organisasi Ikhwanul Muslimin dalam jangka waktu yang lama, pernah menulis buku yang berjudul Syahidu Al Mihrab Umar bin Al Khattab (Umar bin Al Khattab yang wafat syahid dalam mihrab) yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=30&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak Memperhatikan Masalah Aqidah Dengan Benar</p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Seorang  tokoh Islam Muhammad bin Saif Al A&#8217;jami menceritakan bahwa Umar Tilmisani yang  menjabat Al Mursyidu Al &#8216;Am dalam organisasi Ikhwanul Muslimin dalam jangka  waktu yang lama, pernah menulis buku yang berjudul Syahidu Al Mihrab Umar bin Al  Khattab (Umar bin Al Khattab yang wafat syahid dalam mihrab) yang penuh dengan  ajakan kepada syirik, menyembah kuburan, membolehkan beristighatsah kepada  kuburan dan berdoa kepada Allah disamping kubur. Tilmisani juga menyatakan bahwa  kita tidak boleh melarang dengan keras penziarah kubur yang melakukan amalan  seperti itu. Coba simak teks perkataannya pada hal 225- 226 : <span id="more-30"></span>&#8220;Sebagian orang  menyatakan bahwa Rasulullah memohonkan ampun untuk mereka (penziarah kubur)  tatkala beliau masih hidup saja. Tetapi saya tidak mendapatkan alasan pembatasan  itu pada masa hidup beliau saja. Dan di dalam Al Quran, tidak ada yang  menunjukkan adanya pembatasan tersebut&#8221;. Di sini, dia menganggap bahwa memohon  kepada Rasulullah sesudah kematian beliau, beristighatsah dan beristghfar dengan  perantaraannya, hukumnya boleh-boleh saja. Pada halaman 226 dia juga menyatakan  : &#8220;Oleh karena itu saya cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa beliau  telah memohonkan ampunan di kala beliau masih hidup, maupun sesudah matinya bagi  siapa yang mendatangi kuburan yang mulia.&#8221; Pada halaman yang sama dia juga  menyebutkan : &#8220;Oleh karena itu, kita tidak perlu berlaku keras dalam mengingkari  orang yang meyakini karamah para wali, sambil berlindung kepada mereka di  kuburan-kuburan mereka yang disucikan, berdoa kepada mereka tatkala tertimpa  kesusahan. Yang juga mereka yakini bahwa karamah para wali tersebut termasuk  kemu&#8217;jizatan para nabi.&#8221; Kemudian pada halaman 231 ia menyatakan : &#8220;Maka kita  tidak perlu memerangi wali-wali Allah dan orang-orang yang menziarahi serta  berdoa disamping kuburan- kuburan mereka.&#8221;. </span></span></div>
<p><span style="color:#010101;"> </span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Demikianlah, tidak ada satupun bentuk syirik terhadap  kuburan yang tidak dibolehkan sebagaimana yang dikatakan oleh Al Mursyidu Al &#8216;Am  dari Ikhwanul Muslimin itu. Karena kegandrungannya dan kecintaannya yang  mendalam terhadap bentuk-bentuk perbuatan syirik dan kufur semacam inilah,  sehingga Tilmisani menyatakan : &#8220;Maka kita tidak perlu memerangi (orang yang  mereka anggap) wali- wali Allah dan orang-orang yang menziarahi serta berdoa  disamping kuburan- kuburan mereka.&#8221;</span></span></div>
<div>Tidak Memperhatikan Masalah Aqidah Dengan Benar</p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Mushthafa As Siba&#8217;i, Al Mursyidu Al &#8216;Am dari Ikhwanul Muslimin dari Syiria  pernah menggubah qashidah yang dibacakannya di kuburan Nabi. Yang di antara  bait-baitnya adalah : </span></span></div>
<p><span style="color:#010101;"> </span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Wahai  tuanku, wahai kekasih Allah. Aku datang diambang pintu kediamanmu mengadukan  kesusahanku karena sakit. Wahai tuanku, telah berlarut rasa sakit dibadanku.  Karena sangat sakitnya, akupun tak dapat mengantuk maupun tidur&#8230;..&#8221; (Lihat Al  Waqafat halaman 21-22).</p>
<p></span></span></div>
<p><span style="color:#010101;"> </span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Dari  kedua bait diatas, kita dapat memahami bahwa dia telah melakukuan istighatsah  kepada Rasulullah yang jelas merupakan perbuatan syirik yang dilarang oleh Allah  dan Rasul-Nya. </span></span></div>
<div>Tidak Memperhatikan Masalah Aqidah Dengan Benar</p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Sayyid  Quthub pun memiliki aqidah wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan Allah). Dia  berkata dalam kitabnya Dzilalu Al Qur&#8217;an jilid 6 hal-4002 : &#8220;Hakekat yang ada  adalah wujud yang satu. Maka di alam ini tidak ada yang hakekat kecuali hakekat  Allah. Dan di sana tidak ada wujud yang hakiki kecuali wujud-Nya. Perwujudan  selain Allah hanyalah sebagai perwujudan yang bersumber dari perwujudan yang  hakiki itu.&#8221; Selain itu dia juga tidak bisa membedakan antara tauhid rububiah  dan tauhi uluhiah. Dan dia menyangka bahwa yang menjadi perselisihan antara para  Nabi dengan umat mereka adalah dalam masalah tauhid rububiah bukan uluhiyah. </span></span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;">Dia berkata  dalam Dzilalu Al Qur&#8217;an 4/1847 : &#8221; Bukanlah perselisihan seputar sejarah antara  jahiliah dan Islam, dan bukan pula peperangan antara kebenaran dan thogut pada  masalah uluhiah Allah &#8230; .&#8221; Dan juga perkataannya dalam hal-1852 : &#8220;Hanya  sajaperselisihan dan permusuhan adalah pada masalah siapakah Rob manusia yang  menghukumi manusia dengan syari&#8217;at-Nya dan mengatur mereka dengan perintah- Nya  dan memerintahkan mereka untuk beragama dan taat kepada-Nya&#8221; (Lihat Adwa&#8217;un  Islahiah karya Syaikh Rabi&#8217; pada hal-65).</span></span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></span></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=30&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/20/perkataan-menyimpang-tokoh-im-dalam-akidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH HASAN ALBANA SEORANG MUBTADI&#8217;</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/apakah-hasan-albana-seorang-mubtadi/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/apakah-hasan-albana-seorang-mubtadi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[IKHWANUL MUSLIMIN]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBONGKAR ALIRAN SESAT]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Ali Hasan ditanya: Apakah Hasan Al-Banna adalah mubtadi&#8217;(ahli bid&#8217;ah)? Jawaban: Hasan Al-Banna rahimahullah telah menyebutkan dalam kitabnya Al-Mudzakkarat bahwa dia menganut tasawwuf di atas aliran &#8220;Hashafiyyah&#8221; dan menyebutkan juga dalam buku yang sama bahwa dia menerima aqidah Asy-&#8217;Ariyyah. Dan dalam Majmu&#8217;ur Rasail dalam risalah Al-Aqaid diterangkan bahwa aqidahnya adalah aqidah tafwidl. Yang aqidah ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=26&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
<strong><span style="font-size:12pt;font-family:&amp;">Syaikh Ali Hasan ditanya:</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&amp;"><br />
Apakah Hasan Al-Banna adalah mubtadi&#8217;(ahli bid&#8217;ah)?</span></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Hasan Al-Banna rahimahullah telah menyebutkan dalam kitabnya Al-Mudzakkarat bahwa dia menganut tasawwuf di atas aliran &#8220;Hashafiyyah&#8221; dan menyebutkan juga dalam buku yang sama bahwa dia menerima aqidah Asy-&#8217;Ariyyah.</p>
<p>Dan dalam Majmu&#8217;ur Rasail dalam risalah Al-Aqaid diterangkan bahwa aqidahnya adalah aqidah tafwidl. Yang aqidah ini telah diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwa aqidah tafwidl lebih jelek daripada aqidah ta&#8217;wil.<span id="more-26"></span></p>
<p>Dan dalam risalah Aqaid juga dia menukil dari Abu Hamid Al-Ghazali, Ibnul Jauzi dalam menolak (&#8230;ada beberapa kata yang tidak jelas bagi kami-red) dan dari Fakhrurrazi. Tidak ada dalam kitab tersebut nukilan dari Imam Ahmad, Sufyan bin &#8216;Uyainah, Hammad bin Salamah dan Ibnu Taimiyyah serta Ibnul Qayyim, dan seorangpun dari mereka.</p>
<p>Dan Hasan Al-Banna menyebutkan bahwa jalan dakwahnya adalah tariqah sunniyah, hakikat sufiyyah, gerakan politik, persatuan olah raga dan dakwah Salafiyyah. Maka barang siapa yang begini keadaannya, apa yang lebih pantas untuknya? Dan apa yang mesti diucapkan untuk menghukuminya?</p>
<p>(&#8220;Tanya Jawab dengan Syaikh Ali Hasan hafidhahullah di Yogyakarta&#8221; Buletin Al-Manhaj Edisi 7/1419 H/1999M, terbitan Lajnah Khidmatus Sunnah wa Muhaarabatul Bid&#8217;ah, Ponpes Ihyaus Sunnah-Degolan-Yogyakarta)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=26&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/apakah-hasan-albana-seorang-mubtadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL IKHWANUL MUSLIMIN</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/mengenal-ikhwanul-muslimin/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/mengenal-ikhwanul-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 03:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[IKHWANUL MUSLIMIN]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBONGKAR ALIRAN SESAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[s Ikhwanul Muslimin Oleh Abu Ihsan Al Atsary Ikhwanul Muslimin adalah pergerakan Islam &#8211; yang didirikan oleh Hasan Al-Banna (1906-1949 M) di Mesir pada tahun 1941 M. Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba&#8217;i, dan lain sebagainya. Sejak awal mula didirikan pergerakan ini banyak dipengaruhi oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=23&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
s</p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:2.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Ikhwanul   Muslimin</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:2.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="smalltype">Oleh Abu Ihsan Al Atsary</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ikhwanul Muslimin adalah pergerakan Islam &#8211; yang didirikan oleh Hasan Al-Banna (1906-1949 M) di Mesir pada tahun 1941 M. Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba&#8217;i, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal mula didirikan pergerakan ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jamaludin Al-Afghani, seorang penganut Syi&#8217;ah Babiyah, yang berkeyakinan wihdatul wujud, bahwa kenabian dan kerasulan diperoleh lewat usaha, sebagaimana halnya menulis da mengarang. Dia &#8211; Jamaludin Al-Afghani- kerap mengajak kepada pendekatan Sunni-Syiah, bahkan juga mengajak kepada persatuan antar agama (lihat dakwah Ikhwanul Muslimin fi Mizanil Islam. Oleh Farid bin Ahmad bin Manshur hal. 36).</p>
<p style="text-align:justify;">Gerakan itu lalu bergabung ke banyak negara seperti: Syiria, Yordania, Iraq, Libanon, Yaman, Sudan dan lain sebagainya. (lihat Al-Mausu&#8217;ah Al-Muyassarah hal. 19-25). Ia (Jamaludin Al-Afghani) telah dihukumi/dinyatakan oleh para ulama negeri Turki, dan sebagian masyayikh Mesir sebagai orang Mulhid, kafir, zindiq, dan keluar dari Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Farid bin Ahmad bin Manshur menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jamaludin Al-Afghani pada beberapa hal, diantaranya:<span id="more-23"></span></p>
<p style="text-align:justify;">1. Menempatkan politik sebagai prioritas utama</p>
<p style="text-align:justify;">2. Mengorganisasikan secara rahasia</p>
<p style="text-align:justify;">3. Menyerukan peraturan hukum demokrasi</p>
<p style="text-align:justify;">4. Menghidupkan dan menyebarkan seruan nasionalisme</p>
<p style="text-align:justify;">5. Mengadakan peleburan dan pendekatan dengan Syiah Rafidhah, berbagai kelompok sesat, bahkan kaum Yahudi dan Nasharani. (lihat Ad-Dakwah hal 47)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, jamaah Ikhwanul Muslimin banyak memiliki penyimpangan dari kaidah-kaidah Islam yang dipahami As-Salaf As-Shalih. Di antara penyimpangan tersebut misalnya:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak memperhatikan masalah aqidah dengan benar </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukti nyata bahwa jama&#8217;ah Ikhwanul Muslimin tidak memeperhatikan perkara aqidah dengan benar, adalah banyaknya anggota-anggota yang jatuh dalam kesyirikan dan kesesatan, serta tidak memiliki konsep aqidah yang jelas. Hal itu juga bahkan terjadi pada para pemimpin dan tokoh-tokohnya, yang menjadi ikutan bagi anggota-anggotanya seperti: Hasan Al-Banna, Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba&#8217;i dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang tokoh Islam Muhammad bin Saif Al-A&#8217;jami menceritakan bahwa Umar Tilimsani yang menjabat Al-Mursyidu Al-&#8217;Am dalam organisasi Ikhwanul Muslimin dalam jangka waktu yang lama, pernah menulis buku yang berjudul Syahidu Al-Mihrab Umar bin Al-Khattab (Umar bin Al-Khattab yang wafat syahid dalam mihrab) yang penuh dengan ajakan kepada syirik, menyembah kuburan, membolehkan beristighatsah kepada kuburan dan berdoa kepada Allah I disamping kubur. Tilimsani juga menyatakan bahwa kita tidak boleh melarang dengan keras penziarah kubur yang melakukan amalan seperti itu. Coba simak teks perkataannya pada hal 225-226: Sebagian orang menyatakan bahwa Rasulullah memohonkan ampun untuk mereka (penziarah kubur) tatkala beliau masih hidup saja. Tetapi saya tidak mendapatkan alasan pembatasan itu pada masa hidup beliau saja. Dan di dalam Al-Quran, tidak ada yang menunjukkan adanya pembatasan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini, dia menganggap bahwa memohon kepada Rasulullah sesudah kematian beliau, beristighatsah dan beristghfar dengan perantaraannya, hukumnya boleh-boleh saja. Pada hal 226 dia juga menyatakan: Oleh karena itu saya cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa beliau telah memohonkan ampunan dikala beliau masih hidup, maupun sesudah matinya &#8211; bagi siapa yang mendatangi kuburan yang mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada halaman yang sama dia juga menyebutkan :Oleh karena itu, kita tidak perlu berlaku keras dalam mengingkari orang yang meyakini karamah para wali, sambil berlindung kepada mereka di kuburan-kuburan mereka yang disucikan, berdoa kepada mereka tatkala tertimpa kesusahan. Yang juga mereka yakini bahwa karamah para wali tersebut termasuk kemu&#8217;jizatan para nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian pada halaman 231 ia menyatakan: Maka kita tidak perlu memerangi wali-wali Allah dan orang-orang yang menziarahi serta berdoa disamping kuburan-kuburan mereka.. Demikianlah, tidak ada satupun bentuk syirik terhadap kuburan yang tidak dibolehkan sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Mursyidu Al-&#8217;Am dari Ikhwanul Muslimin itu. Karena kegandrungannya dan kecintaannya yang mendalam terhadap bentuk-bentuk perbuatan syirik dan kufur semacam inilah, sehingga Tilimsani menyatakan: Maka kita tidak perlu memerangi (orang yang mereka anggap) wali-wali Allah dan orang-orang yang menziarahi serta berdoa disamping kuburan-kuburan mereka. Tilimsani sendiri juga hidup di Mesir yang terdapat banyak kuburan-kuburan dimana dilakukakan syirik terbesar, bahkan lebih besar dari syirik ummat jahiliyah pertama. Kuburan-kuburan dijadikan tempat berthawaf dan tempat memohon segala sesuatu yang seharausnya hanya ditujukan kepada Allah I. Di antara yang mereka anggap wali, kebanyakannya adalah kumpulan orang-orang zindiq dan mulhid, seperti: Sayyid Da&#8217;iyyah fathimi yang tak pernah melakukan shalat.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantaranya juga ada kaum sufi yang keblinger, seperti: Syadzili, Dasuki, Qonawi dan lain sebagainya, yang ada disetiap kota dan pedesaan. Orang-orang itulah yang jadi wali-wali mereka. dan kuburan-kuburan mereka itulah yang dipublikasikan oleh Al-Mursyidu Al-&#8217;Am/pemimpin umum dari Ikhwanul Muslimin itu. Dia kembali menyatakan pada halaman 231 sebagai berikut: Meskipun hati saya sudah demikian cinta, suka dan bergantung kepada wali-wali Allah itu, meskipun saya amat gembira dan senang menziarahi mereka di tempat-tempat kediaman abadi mereka dengan melakukan hal-hal merusak aqidah tauhid &#8211; menurut anggapannya &#8211; akan tetapi saya tidak berorientasi penuh untuk mempropagandakannya. Hal itu hanya sebatas soal intuisi/perasaan. Dan saya katakan kepada mereka yang bersikap ekstrim dalam mengingkarinya: Tenanglah, di dalam masalah ini tidak ada perbuatan syirik, penyembahan berhala, maupun ilhad/kekufuuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka apalagi yang bisa diharapkan dari keyakinan yang merancukan aqidah dan tauhid, sehingga berdoa kepada orang yang sudah mati disamping kuburan-kuburan mereka kala ditimpa kesusahan dianggap hanya soal perasaan yang tidak mengandung syirik dan penyembahan berhala, seperti yang diungkapkan Al-Mursyidu Al-&#8217;Am dari Ikhwanul Muslimun tersebut ?</p>
<p style="text-align:justify;">Mushthafa As-Siba&#8217;i, Al-Mursyidu Al-&#8217;Am dari Ikhwanul Muslimin dari Syiria pernah menggubah qashidah yang dibacakannya di kuburan Nabi. Yang di antara bait-baitnya adalah: Wahai tuanku, wahai kekasih Allah. Aku datang diambang pintu kediamanmu mengadukan kesusahanku karena sakit. Wahai tuanku, telah berlarut rasa sakit dibadanku. Karena sangat sakitnya, akupun tak dapat mengantuk maupun tidur&#8230;.. (lihat Al-Waqafat hal. 21-22).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kedua bait diatas, kita dapat memahami bahwa dia telah melakukuan istighatsah kepada Rasulullah yang jelas merupakan perbuatan syirik yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasan Al-Banna juga mengambil aqidah dari thariqot sufiah quburiah yang bernama Al-Hashofiah. Dia berkata dalam kitabnya Mudzakkirot Ad-Dakwah Ad-Adalah&#8217;iah hal-27 :Aku bersahabat dengan para anggota kelompok hasafiah di Damanhur. Dan aku selalu hadir setiap malam (bersama mereka) di mesjid At-Taubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkata Jabir Rozaq dalam kitabnya Hasan Al-Banna bi Aqlami talamidzatihi wa ma&#8217;asirihi hal-8 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> an di Damanhur mejadi kokohlah hubungan Hasan Al-bana dengan anggota-anggota al-Hashofiah,dan beliau selalu hadir setiap malam bersama mereka d masjid at-Taubah. Dia ingin <em>mengambil (pelajaran) thariqot mereka sehingga berpindah darii tingkatan mahabbah ke tingkatan at-taabi&#8217; al-mubaaya</em>(lihat Da&#8217;wah al-Ikhwan al-Muslimin hal-63)</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Hasan Al-Banna sendiripun sebagai pendiri jamaah Ikhwanul Muslimin, nampak sebagai orang yang awam dalam perkara aqidah tauhid. Disebutkan dalam buku Al-Waqafat hal. 21-22, bahkan dia pernah berkata:Dan doa kepada Allah ababila disertai tawassul/mengambil perantaraan salah satu makhluknya adalah perselisihan furu&#8217; dalam cara berdoa, dan bukan termasuuk perkara aqidah. Dalam masalah asma&#8217; dan sifat Allah, dia termasuk pengikut madzhab <em>Tafwidh</em>, yaitu madzhab yang tidak mau tahu dan meyerahkan begitu saja perkara asma&#8217; dan sifat Allah kepada-Nya, tanpa meyakini apa-apa. Itu adalah madzhab sesat, bukan sebagaimana madzhab As-Salaf As-Shalih yang meyakini makna-makna asma&#8217; dan sifat Allah, namun menyerahkan hakikat/bagaimana asma&#8217; dan sifat tersebut kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasan Al-Banna menyatakan dalam buku Al-Aqaid hal. 74: Sesungguhnya pembahasan dalam masalah ini (asma&#8217; dan sifat), meski dikaji secara panjang lebar, akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang sama, yaitu tafwidh (tersebut di atas).</p>
<p style="text-align:justify;">Tokoh besar mereka yang lain yang serupa keadaannya adalah Sa&#8217;id Hawwa. Dia beranggapan bahwa umat Islam pada setiap masanya, (lebih banyak -red) yang beraqidah Asy-&#8217;Ariyyah-Maturidiyyah (termasuk golongan pentakwil sifat). Sehingga dengan itu beliau berangapan bahwa itulah aqidah yang sah dalam Islam. (lihat jaulah fil fiqhain &#8211; Sa&#8217;id Hawwa).</p>
<p style="text-align:justify;">Sayyid Quthub pun memiliki aqidah wihdatul wujud. Dia berkata dalam kitabnya Dzilalu Al-Qur&#8217;an jilid 6 hal-4002 :Hakekat yang ada adalah wujud yang satu. Maka di alam ini tidak ada yang hakekat kecuali hakekat Allah. Dan di sana tidak ada wujud yang hakiki kecuali wujud-Nya. Perwujudan selain Allah hanyalah sebagai perwujudan yang bersumber dari perwujudan yang hakiki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu dia juga tidak bisa membedakan antara tauhid rububiah dan tauhi uluhiah. Dan dia menyangka bahwa yang menjadi perselisihan antara para Nabi dengan umat mereka adalah dalam masalah tauhid rububiah bukan uluhia. Dia berkata dalam Dziilalu Al-Qur&#8217;an 4/1847 : Bukanlah perselisihan seputar sejarah antara jahiliah dan Islam, dan bukan pula peperangan antara kebenaran dan thogut pada masalah uluhiah Allah &#8230;.dan juga perkataannya dalam hal-1852: Hanya saja perselisihan dan permusuhan adalah pada masalah siapakah Rob manusia yang menghukumi manusia dengan syari&#8217;at-Nya dan mengatur mereka dengan perintah-Nya dan memerintahkan mereka untuk beragama dan taat kepada-Nya (lihat Adwa&#8217;un islahiah karya Syaikh Robi&#8217; pada hal-65).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menghidupkan bid&#8217;ah </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jamaah Ikhwanul Muslimin juga banyak sekali menghidupkan bidah. Sa&#8217;id Hawwa menyatakan dalam bukunya At-Tarbiyyah Ar-Ruhiyyah (pembinaan mental): Ustadz Al-Banna beranggapan bahwa menghidupkan hari-hari besar Islam (selain dua hari &#8216;ied), adalah termasuk tugas harakah-harakah (gerakan) Islam. Beliau juga menganggap bahwa suatu hal yang aksiomatik alias pasti, kalau dikatakan bahwa pada zaman modern ini memperingati hari besar semacam maulid nabi dan yang sejenisnya, dapat diterima secara fiqih dan harus mendapat prioritas tersendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikisahkan juga oleh Mahmud Abdul Halim dalam bukunya Ahdats Shana&#8217;atha At-Tarikh (1/109) bahwa ia sering bersama-sama Hasan Al-Banna menghadiri maulid nabi. Ia (Hasan AL-Banna) sendiri terkadang maju kepentas untuk menyanyikan nasyid (nyanyian) maulid nabi dengan suara keras dan nyaring.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menukil banyak kisah Al-Banna tersebut, Syaikh Farid berkomentar: semoga Allah memerangi pelaku-pelaku bidah. Alangkah bodohnya mereka, alangkah lemahnya akal mereka. Sesungguhnya mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas dilakukan bahkan oleh anak kecil sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam lembaran-lembaran majalah Ad-Dakwah, yang dipimpin oleh Umar At-Tilimsani tatkala dia masih menjabat salah satu Mursyid partai Ikhwanul Muslimin (nomor 21 hal 16/Rabi&#8217;ul Awwal 1398 H), tercetus banyak ungakapan yang penuh dengan kebidahan dan ghuluw (pengkhutusan/berlebih-lebihan) terhadap Nabi. Di antaranya dalam makalah di bawah judul: fi dzikra maulidika ya dhiya&#8217; Al-Alamin (dalam memperingati hari kelahiranmu, wahai sinar alam semesta)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ta&#8217;ashshub / fanatik terhadap pendapat alim ulamanya </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muqbil menyatakan dalam Al-makhraj minal fitan hal. 86:(banyak) dari kalangan pengikut Ikhwanul Muslimun yang mengetahui bahwa mereka bodoh dalam masalah dien. Apabila kita menyatakan kepadanya: ini halal, atau ini haram adalah sudah kita tegakkan dalil-dalilnya, ia akan mengelak sambil menjawab: Yusuf Qordhawi di dalam al-halal wal haram bilang begini, Sayyid Sabiq dalam fiqhus sunnah, atau Hasan Al-Banna di dalam Ar-Rasail atau Sayiid Quthub dalam tafsir fi dzi lalil Quran bilang begini! Bolehkah dalil-dalil yang jelas dipatahkan dengan ucapan-ucapan mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah banyak diantara mereka yang masih meremehkan hukum merokok misalnya, yang telah ditegaskan keharamannya oleh ulama ahlul hadits , lewat berbagai tinjauan, karena mengikuti fatwa syaikh mereka Yusuf Qordhawi yang tidak jelas dalam menerangkan hukumnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Manhaj dakwah yang melenceng dari syari&#8217;ah </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kerusakan manhaj dakwah mereka diawali oleh propaganda <em>Tauhidu As-Sufuf</em> (menyatukan barisan) kaum muslimin yang mereka dengung-dengungkan. Dimana propaganda itu berkonotasi mengabaikan adanya berbagai penyimpangan aqidah yang membaluti tubuh umat Islam Menurut mereka, cukup kita meneriakan : wa Islamah (wahai Islam), maka kita pun bersatu. Hasan Albana pernah berkata : Dakwah Ikhwanul Muslimin tidaklah ditujukan untuk melawan satu aqidah, agama, ataupun golongan, karena faktor pendorong perasaan jiwa para pengemban .dakwah jama&#8217;ah ini adalah berkeyakinan fundamental bahwa semua agama samawi berhadapan dengan musuh yang sama, yaitu atheisme (lihat qofilah Al-Ikhwan As-siisi 1/211).</p>
<p style="text-align:justify;">Utsman Abdus Salam Nuh mengomentari ucapan itu dalam bukunya At-Thoriq ila Jama&#8217;ati Al-Umm halaman 173: Bagaimana bisa disebut dakwah Islamiah, kalau tidak sudi memerangi aqidah-aqidah yang menyimpang, sedangkan Islam sendiri diturunkan untuk memberantas berbagai penympangan keyakinan dan membersihkan hati manusia dari keyakinan-keyakinan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Inti pemahaman inilah yang akhirnya melahirkan gerakan yang disebut pan Islamisme, yang menyatukan umat Islam dengan berbagai keyakinannya dibawah satu panji.</p>
<p style="text-align:justify;">Ikhwanul Muslimin juga banyak mempergunakan berbagai sarana yang tidak sesuai dengan syari&#8217;at untuk mengembangkan dakwahnya. Diantaranya : Mengadakan pertunjukan sandiwara. Dalam hal ini, Syaikh Muqbil memberikan tanggapan :Sesungguhnya pertunjukan sandiwara itu, kalaupun tidak dikatakan dusta, amatlah dekat dengan kedustaan. Kita meyakini keharamannya, selain itu juga bukan merupakan sarana dakwah yang dipergunakan ulama kita terdahulu. Imam Ahmad meriwayatkan satu hadits dari Ibnu Mas&#8217;ud , bahwasanya Rosulullah bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Manusia yang paling keras disikda hari kiamat nanti ada tiga : Orang yang membunuh seorang nabi atau dibunuh olehnya, seorang pemimipin yang sesat dan menyesatkan, dan pemain lakon (mumatsil).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Beliau melanjutkan :Yang dimaksud <em>mumatsil</em> disitu adalah pelukis atau orang yang melakonkan perbuatannya di hadapan orang lain. Sebagaimana ditegaskan dalam kamus. (lihat Al-Makhroj ‎Minal Fitan halaman 90).</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama juga lebih mengharamkan (saandiwara) lagi, tatkala sering terjadi dalam sandiwara seseorang harus memerankan diri sebagai orang kafir, bahkan penyembah berhala yang mempraktekkan ibadahnya di hadapan patung. Dan banyak lagi yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mendahulukan urusan politik daripada syari&#8217;at </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meski secara lahir, jama&#8217;ah Ikhwanul Muslimin selalu menggembar-gemborkan harus tegaknya kekuasaan Islam, namun secara mengenaskan mereka hanya menjadikan itu sebagai selogan umum yang aplikasinya meninggalkan dakwah tauhid dan menjejali orang awam hanya dengan propaganda politik mereka. Contohnya, ketika mereka mengakui bahwa syarat pemmpin Islam yang ideal adalah ilmu dan taqwa, mereka justru mengangkat Mujadidi sebagai pemimpin Afghanistan, hanya demi menyenangkan banyak pihak termasuk dunia barat. Hal itu diungkapkan oleh Abdullah Al-Azhom dalam majalah Al-Jihad nomor 52 maret 1989 :Mujadidi adalah profil pemimpin ideal menurut dunia Internasional khususnya barat. Hal itu akan memuluskan jalan Afghanistan untuk menjadi negara yang diakui di dunia secara formal&#8230;.. (At-Thoriq 214) juga akan kita dapati, bahwa para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin lebih banyak berbicara dan mengulas tentang politik daripada aqidah, dalam majalah, buku-buku bahkan di podim-podium, sampai-sampai dikala menyampaikan khotbah jum&#8217;at.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak lagi penyimpangan dakwah Ikhwanul Muslimin yang tak mungkin dirinci disini satu persatu. Semuanya sudah banyak diulas ulang oleh para ulama ahlul Hadits. Yang jelas, gerakan ini turut membidani kelahiran berbagai gerakan sejenis di berbagai negara. Di Libanon sperti At-Tauhid, di Palestina Hammas, di Mesir Jama&#8217;ah Islamiah, di Aljazair FIS, di Malaisyia Darul Arqom, di Indonesia seperti NII (Negara Islam Indonesia) yang sebelumnya dikenal dengan Darul Islam atau DI TII, Al-Usroh, Komando Jihad, JAMUS (Jama&#8217;ah Muslimin), dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=23&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/mengenal-ikhwanul-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesesatan Qaradhawi &#8211; Loyalitas dengan Israel</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/kesesatan-qaradhawi-loyalitas-dengan-israel/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/kesesatan-qaradhawi-loyalitas-dengan-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 02:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[IKHWANUL MUSLIMIN]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBONGKAR ALIRAN SESAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 26 April 2004 &#8211; 04:09:30 :: kategori Firqoh-Firqoh Penulis: Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini .: :. Qaradhawi Mengucapkan Selamat Kepada Israel Suatu ketika Yusuf Al Qaradhawi menyampaikan khotbah Jum’at yang berkenaan masalah merokok. Pada khotbah kedua ia beralih ke masalah pemilu di Aljazair dan berkata : Wahai saudara-saudara sekalian, sebelum meninggalkan tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=12&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><img class="alignnone size-full wp-image-13" src="http://muslimbiasa.files.wordpress.com/2009/03/301f07ffcbcb9c941.jpg?w=145&#038;h=96" alt="" width="145" height="96" /></p>
<p class="MsoNormal">Senin, 26  April 2004 &#8211; 04:09:30 :: kategori <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=arsip&amp;cat_id=5">Firqoh-Firqoh</a></p>
<p class="MsoNormal">Penulis: Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;">.: <a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=645" target="_blank"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/BIOSTAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="16" height="16" /><!--[endif]--></span></a>:.</p>
<p class="MsoNormal">Qaradhawi Mengucapkan Selamat Kepada Israel</p>
<p>Suatu ketika Yusuf Al Qaradhawi menyampaikan khotbah Jum’at yang berkenaan masalah merokok. Pada khotbah kedua ia beralih ke masalah pemilu di Aljazair dan berkata :<br />
Wahai saudara-saudara sekalian, sebelum meninggalkan tempat ini, saya ingin menyampaikan suatu kalimat berkenaan dengan hasil pemilu Israel. Dulu orang-orang Arab menaruh harapan kepada kesuksesan (Perez) dan dia sekarang telah jatuh, inilah yang kita puji dari Israel.</p>
<p>Kita berharap negara kita bisa seperti negara ini (Israel), yaitu karena kelompok kecil seorang penguasa bisa jatuh dan rakyatlah yang menentukan hukum tanpa ada hitung-hitungan prosentase yang kita kenal di negeri kita 99,99 persen. Sesungguhnya ini semua adalah kedustaan dan tipuan. Seandainya Allah menampakkan diri kepada manusia maka Dia tak akan mampu mencapai prosentase sebesar ini. Kami mengucapkan selamat kepada Israel atas apa yang telah diperbuatnya (Khotbah Yusuf Al Qaradhawi yang terekam dalam kaset dan telah disebarkan oleh Harian Al Wathan edisi 7072. Hanya saja mereka mengeditnya seperti kebiasaan mereka berkhianat dalam mengutip.) .<span id="more-12"></span></p>
<p>Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pernah ditanya tentang perkataan Yusuf Al Qaradhawi, seandainya Allah menampakkan dirinya kepada manusia. Syaikh menjawab :<br />
“Na’udzubillah! Wajib bagi dia untuk bertobat. Jika tidak, maka dia murtad karena telah memposisikan makhluk lebih tinggi daripada Khaliq. Wajib baginya untuk bertobat kepada Allah. Jika mau bertobat kepada Allah maka itu akan diterima-Nya dan jika tidak maka wajib bagi pemerintah Muslim untuk memenggal lehernya.” (Dikutip dari suara Syaikh ‘Utsaimin yang terekam dalam kaset)</p>
<p>Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah juga pernah ditanya tentang khotbah Qaradhawi tersebut, beliau menjawab :<br />
“Perkataan ini adalah kesesatan yang nyata, jika dia hendak mengutamakan Yahudi atas Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala maka ia telah kafir. Apabila Yahudi, Nashara, Budha, para penyembah kubur, para penyembah hawa nafsu dan lain-lainnya tidak memberikan suaranya kepada Allah maka ini perkara lain. Namun itu adalah kesesatan nyata.<br />
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala adalah Rabb kami yang tidak membutuhkan tashwit (suara) dan Dia Maha Suci serta Maha Tinggi yang mengatakan :<br />
‘Kun Fa Yakuun.’ (Jadilah! Maka ia jadi). (QS. Yasin : 82)</p>
<p>Allah yang telah menghancurkan Fir’aun, Qarun, serta umat-umat yang telah menghujat dan melawan para Nabi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Dan Allah juga menolong para Nabi-Nya dengan pertolongan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Dukungan suara hanya dibutuhkan oleh manusia yang lemah. Yaa Miskiin, sampai sesepuh kabilah sekalipun kalau kalian lihat saat pengambilan suara sampai kering ludahnya dan berbasa-basi dihadapan manusia dengan slogannya Sukseskan Pemilu.<br />
Adapun Rabb kami Maha Kaya :<br />
‘Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji, jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.’ (QS. Fathir : 15-17)<br />
Wahai Qaradhawi, engkau telah kufur atau mendekati kekufuran! (Iskaatul Kalbil ‘Aawii Yuusuf bin Abdillah Al Qaradhaawi, kitab ini dicetak bersama Kitab Al Burkaan Linasfi Jaami’atil Liman, karya Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, halaman 111-112.) ”</p>
<p>(Sumber : Kitab Raf&#8217;ul Litsaam &#8216;An Mukhaalaafatil Qaradhawi Li Syari&#8217;atil Islaam, edisi Indonesia Membongkar Kedok Al Qaradhawi, Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf AL Qardhawi dari Syari&#8217;at Islam. Penerbit Darul Atsar Yaman. Diambil dari www.assunnah.cjb.net)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dialog Bersama Ikhwani &#8211; Syubhat dan Bantahan (V)</p>
<p class="MsoNormal">Sabtu, 22 November 2003 &#8211; 01:46:41 :: kategori <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=arsip&amp;cat_id=5">Firqoh-Firqoh</a></p>
<p class="MsoNormal">Penulis: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;">.: <a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=354" target="_blank"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/BIOSTAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="" width="16" height="16" /><!--[endif]--></span></a>:.</p>
<p class="MsoNormal">Syubhat dan Tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang Ikhwan</p>
<p>Saudaraku&#8230; mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepadamu.</p>
<p>Sesungguhnya, masalah jamaahmu ini adalah sangat unik dan aneh, hal ini dilihat dari cara muamalah di antara anggotanya.</p>
<p>Mereka mengerahkan kesungguhan yang tidak gampang untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk membuat syubhat dan kedustaan, yang terlampau susah untuk mencari jalan keluarnya. Kemudian syubhat dan kedustaan tersebut mereka lontarkan kepada orang-orang yang terikat dengan mereka&#8230; supaya tetap tinggal dengan mereka dan dikuasai oleh mereka dan oleh otak-otak mereka, kemudian sesudahnya mereka akan tetap bersama kelompok ini dan loyalitas mereka tetap kepada kelompok ini&#8230;!</p>
<p>Barangkali masalah ini sangat aneh menurut pandanganmu. Tidak&#8230; bukan berarti saya mengada-ada kedustaan atas mereka, akan tetapi dikarenakan kurang atau tidak adanya perhatian kepada masalah ini, juga karena kamu tidak mendengar dari sisi-sisi yang lain.</p>
<p>Aku sodorkan kepadamu sebagiannya&#8230;.</p>
<p>Syubhat Pertama<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Mereka membedakan antara salafiyyah yang ada di medan Islam dengan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. Yaitu mereka membagikan pembahasan di dalam masalah ini dengan judul &#8220;Mufradaat as-Salafiyyah al-Jadidah&#8221; (Keganjilan-keganjilan Salafiyyah Gaya Baru) dan saya adalah termasuk<br />
orang-orang yang menerima bagian pembahasan ini tatkala saya berada di dalam tanzhim (organisasi) mereka. Dan sungguh mereka membuat kebingungan yang mencegangkan. Hal itu mereka lakukan agar bisa memberi kerancuan kepada orang yang bergabung dengan kelompok mereka dan membuat suatu tameng di dalam diri mereka yang memisahkan antara mereka dengan Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah (salafiyyah). Mereka menyangka di dalam pembahasan yang dibagi-bagi ini bahwa salafiyyah yang ada sekarang ini tidaklah mempunyai perhatian kecuali hanyalah takfir (mengkafirkan), tabdi&#8217; (membid&#8217;ahkan), tafsiq (memfasiqkan) dan tadlil (menyesat-nyesatkan) dan bahwa mereka adalah alat pada suatu badan keamanan&#8230;. Tongkat-tongkat yang ada di bawah ketiak-ketiak peraturan yang timpang. Mereka adalah penakut untuk mengkritik para penguasa dan peraturan-peraturan yang ada, padahal semua hal tersebut pantas untuk mendapat kritik. Dan mereka juga penakut untuk terlibat langsung dengan masalah-masalah yang terjadi serba bisa menimbulkan kemurkaan bagi hakim (penguasa) dan peraturan.</p>
<p>Dan sesungguhnya mereka adalah lemah di dalam masalah adab bergaul bersama kaum muslimin, karena mereka didominasi oleh sifat kasar dan kaku. Mereka lemah di dalam masalah-masalah i&#8217;tikad (keyakinan) yang lurus dan selamat. Dan mereka juga lemah di dalam ilmu tentang realitas umat dan apa-apa yang menimpa mereka. Mereka pun mempunyai hukum-hukum yang serampangan, di antaranya perkataan: Bahwa sesungguhnya Abu Hanifah adalah seorang Jahmiy, Murjiy dan seorang ahli bid&#8217;ah (mubtadi&#8217;) yang sesat. Merupakan kesialan bagi Islam dan ahlinya. Tidak terlahir di dalam Islam orang yang lebih sial/malang melebihi dia.</p>
<p>Hal itu disaksikan oleh lebih dari dua puluh orang alim dari para ulama salaf, sehingga dia pantas untuk diberi nama Abu Jiifah (bapaknya bangkai).</p>
<p>Ibnu Taimiyyah: Tidak bisa diambil darinya hukum-hukum al-Wala&#8217; dan al- Bara&#8217;.<br />
Ibnul Qayyim: Pada dirinya terdapat tashawwuf dan kebid&#8217;ahan.<br />
An-Nawawi: Seorang Jahmi dan Asy&#8217;ari, bukan dari Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah.<br />
Al-&#8217;Izz bin Abdussalam: seorang Jahmi dan Asy&#8217;ari, pada dirinya terdapat karakter (watak) Khawarij.<br />
Adz-Dzahabi: Lunak di dalam hukum-hukumnya dan mutasahil (bersikap remeh/gampangan) terhadap ahli bid&#8217;ah dan juga dia adalah seorang kuburi.<br />
Ibnu al-Jauzi: Seorang Jahmi tulen.<br />
Muhammad bin Abdul Wahhab: Bukanlah seorang salafi di dalam masalah hadits, fiqh, dan sebagian masalah-masalah i&#8217;tikad.<br />
Ibnu Jibrin: Tidak ada ilmunya.<br />
Ibnu Bazz: Lemah ilmunya terhadap hadits, meragukan di dalam berfatwa, diam terhadap ahli bid&#8217;ah dan tertipu dengannya.<br />
Ibnu Utsaimin: Permainan di tangan Sururiyyin.<br />
Ibnu Qu&#8217;ud: Seorang yang berfaham Khawarij dan loyal terhadap jamaah-jamaah sesat. Jihad di Bosnia, bukanlah jihad fi sabilillah. Pertempuran di Kashmir, Filipina dan Palestina, bukan jihad&#8230; dan seterusnya.</p>
<p>Mereka juga mempunyai akhlak-akhlak dan perangai-perangai tertentu, di antaranya: Saling mengisolir di antara mereka, saling membenci, memaki dan mencela. Sangat kaku terhadap manusia. Menuduh dengan rusaknya akidah, semata-mata karena seseorang dituduh mempunyai buku-buku yang mereka tuduh dengan kebid&#8217;ahan&#8230;. Pendustaan secara terang-terangan terhadap rivalnya&#8230;. Membantu orang-orang zhalim dan fasik untuk menindas saudara-saudara mereka kaum muslimin dari para ulama dan dai. Hal itu dengan cara menulis pernyataan-pernyataan, menyebarkan tuduhan dan menganjurkan para penguasa untuk melawan mereka.</p>
<p>Dan tuduhan-tuduhan dusta serta lacut lainnya yang tidak mungkin diucapkan oleh orang yang takut kepada Allah dan hari akhir terhadap saudaranya yang muslim. Semoga Allah melindungi kami dan saudara dari ketergelinciran dan kesesatan. 1)</p>
<p>Saudaraku, semoga Allah memberi petunjuk kepada saya dan anda terhadap jalan kebenaran.</p>
<p>Tahukah anda, kenapa kedustaan besar yang mereka rekayasa di dalam pembahasan ini? Tidak lain adalah agar bisa memberikan kerancuan terhadap anda, sehingga anda benci terhadap salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah dan anda tetap berpegang dengan jamaah, kesesatan dan kegelapan mereka, serta menjadi penyeru kepada manhaj mereka, sembari menyangka bahwa itu adalah manhaj yang benar.</p>
<p>Dan dari sanalah, anda tidak akan melihat nur (cahaya) selamanya, kecuali jika Allah memperbaiki anda dengan rahmat-Nya.</p>
<p>Karena itulah, berikut ini akan saya jelaskan kedustaan mereka terhadap Salafiyah:</p>
<p>PERTAMA: Bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan antara Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah, ath-Thaifah al-Manshurah dan salafiyyah. Hal itu karena manhaj mereka adalah Kitab dan Sunnah yang shahih, serta apa yang salaful ummah ridwanallahi &#8216;alaihim ada di atasnya. Berbeda dengan jamaahmu, maka mereka di atas manhaj Kitab dan Sunnah dan apa yang generasi akhir umat ini berada di atasnya berupa bentuk-bentuk pemikiran dan pergerakan. Demikian mereka menyangka. Masalah itu telah jelas bagimu tatkala saya menampilkan manhaj para pemimpinmu pada waktu yang telah lewat.</p>
<p>KEDUA: Kata-kata pembahas- Semoga Allah memberi petunjuk kepadanya- bahwa salafiyyah mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan serta berbuat ini dan itu seperti yang telah saya jelaskan, tidak lain hanyalah kedustaan dan rekaan. Hal itu dilakukan adalah untuk melarikan saudara- saudara pemula dan para pemuda dari dakwah yang benar ini.</p>
<p>KETIGA: Perbedaan dia (semoga Allah membalasnya dengan apa-apa yang menjadi haknya) antara salafiyyah sekarang dengan ulama- ulama istimewa terdahulu seperti: Abu Hanifah, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab dan lain-lain serta persangkaan dia bahwa salafiyyah sekarang mencela dan menganggap sesat mereka seperti di dalam pembahasan, tidak lain hanyalah menunjukkan atas kejelekan isi hati penulis dan hizbiyyah yang pahit dan menyesatkan sampai batas sejauh ini. Dan itu dilakukan untuk mengacaukan dakwah salafiyyah. Karena itulah saya berkata agar diketahui oleh semuanya bahwa pimpinan salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah dan ath-Thaifah al-Manshurah adalah satu, yaitu Nabiyyul Huda Muhammad &#8216;alaihi shalatu wassalam. Dan mereka (salafiyyin) menempuh jalan beliau shalallahu &#8216;alaihi wasallam yang ditempuh oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para shahabat semua serta pengikut mereka dengan baik seperti: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi&#8217;i, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab, Muhammad bin Ibrahim, Abdurrahman bin Sa&#8217;di. Dan di antara orang-orang zaman sekarang adalah seperti Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, Al-Albani dan banyak lagi lainnya &#8211; semoga Allah memberi ridha kepada mereka semua-. Dan mereka (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah) berkeyakinan ahwa mereka tidak maksum kecuali Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam. Maka jika terjadi ketergelinciran pada salah seorang dari mereka, ditinggalkan ketergelincirannya, karena mereka tidak maksum. Dan mereka di dalam perkara tersebut berada diantara satu atau dua pahala seperti di dalam sunnah yang shahih dari Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam tentang hukum mujtahid. Jika benar dia mendapat dua pahala dan jika salah dia mendapat satu pahala. Hal itu terjadi karena madzhab mereka adalah dalil yang shahih serta meneliti jejak langkah Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam dan para shahabatnya yang mulia. Berbeda dengan al-Banna, at-Tilmisani, Sa&#8217;id Hawa dan lainnya, sebagaimana tidak samar lagi bagi setiap orang yang mempunyai bashirah (ilmu) tentang keadaan mereka rahimahullaha ajma&#8217;in.</p>
<p>KEEMPAT: Perlu anda ketahui bahwa ulama salafiyyah sekarang yang mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah, mereka adalah: Ibnu Baz, Al-Albani, Ibnu Utsaimin, Ibnu Qu&#8217;ud, Shalih aalu asy-Syaikh, al-Fauzan, Rabi&#8217; al-Madkhali, Ibnu Ghashun dan lainnya 2). Dan sesungguhnya tidak ada perbedaan di antara mereka dengan salafiyyah, sebagaimana anggapan penulis -semoga Allah memberi petunjuk kepadanya-. Tetapi dia membedakan di dalam masalah tersebut agar bisa menyampaikan fikrah yang dia inginkan kepada para pemuda, yaitu bahwa manhaj yang para ulama besar sekarang seperti Ibnu Baz, al-Albani, Ibnu Utsaimin dan lainnya. Dan sungguh buah pemikiran tersebut telah nampak ketika seorang pemuda Ikhwani yang terancukan pikirannya dan seorang yang membawa akidah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah menjadi tidak suka dan benci terhadap setiap orang yang menamakan diri dengan salafiyyah, walaa haula walaa quwwata illa billah.</p>
<p>2) Hal ini tidaklah berarti bahwa salafiyyah adalah monopoli seseorang, seperti yang dianggap oleh sebagian orang.</p>
<p>Subhat Kedua<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Perkataan mereka bahwa salafiyyah (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah dan ath-Thaifah al-Manshurah) menentang amal jama&#8217;i (kerja sama) dan tanzhim (organisasi).</p>
<p>Samahatusy-Syaikh Muqbil al-Wadi&#8217;i seorang muhaddits negeri Yaman telah ditanya: Apakah benar wahai Syaikh bahwa anda tidak melihat perlunya tanzhim pada semua urusan dakwah?</p>
<p>Maka beliau hafizhahullah menjawab setelah menetapkan adanya tanzhim di dalam Sirah (biografi) Rasul shalallahu &#8216;alaihi wasallam, seraya berkata: &#8220;Yang kami ingkari adalah tanzhim yang menyelisihi Kitab dan Sunnah.</p>
<p>Inilah yang kami ingkari. Dan kami katakan: Sungguh seseorang hidup sendirian itu lebih baik daripada masuk ke dalam tanzhim thaghut yang menyelisihi Kitab dan Sunnah Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam&#8230; ya, dan ini adalah perkara yang disebarkan bahwa Ahlus Sunnah menentang tanzhim dan bahwa mereka menentang amal jama&#8217;i (kerja sama). Saya katakan: Yang menentang amal jama&#8217;i atau yang mengingkari tanzhim bukanlah seorang sunni, karena Allah &#8216;azza wa jalla berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia: &#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong di dalam berbuat dosa dan pelanggaran.&#8221; (al-Maidah: 2)</p>
<p>Dan Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Seorang mukmin dengan seorang mukmin lainnya adalah seperti bangunan, saling menguatkan sebagian atas sebagian yang lainnya.&#8221; [Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/450 - Fathul Bari) dan Muslim (2585), pent.]</p>
<p>Dan beliau shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Perumpamaan kaum mukminin di dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi di antara mereka adalah seperti tubuh. Jika mengeluh salah satu anggota dari tubuh tersebut, akan merasakan seluruh jasad baik dengan demam atau tidak bisa tidur. [Bukhari (X/347 - Fathul Bari) dan Muslim (2586), pent.]</p>
<p>Al-Amal al-Jama&#8217;i (kerja sama) yang menyelisihi Kitab dan Sunnah contohnya adalah yang al-Ikhwan al-Muflisun (orang-orang yang bangkrut)<br />
3) berada di atasnya.</p>
<p>3) Syaikh hafizhahullah memaksudkan al-Ikhwan al-Muslimin. Al-Muflisun artinya adalah orang-orang yang bangkrut. (pent.)</p>
<p>Syubhat Ketiga :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Perkataan mereka adalah salafiyyah adalah salah satu jamaah dari jamaah-jamaah tanzhim, walaupun menentang tanzhim dan termasuk jamaah-jamaah hizbiyyah, walaupun menolak tahazzub (pengelompokan). 4)</p>
<p>4) Artinya tanzhim yang mereka berada di atasnya, dan hizbiyyah yang mereka terkungkung di dalamnya.</p>
<p>Di sini saya katakan, sudah jelas kedustaan ini bertentangan dengan syubhat kedua.</p>
<p>Tetapi ini adalah kebiasaan ahli batil, para pendusta dan para pendengki dari kalangan hizbiyyin. Mereka mempertentangkan diri mereka dengan pribadi mereka sendiri dengan bersandar kepada kedustaan dan rekayasa. Karena mereka tidak mampu untuk membantah dengan bantahan yang ilmiah dan benar terhadap ahlul haq tentang apa yang mereka jelaskan dari kemungkaran-kemungkaran dan bid&#8217;ah-bid&#8217;ah yang terdapat pada hizb-hizb ini.</p>
<p>Sama sekali mereka tidak akan mampu melakukan hal tersebut!</p>
<p>Orang yang memperhatikan sirah Rasul shalallahu &#8216;alaihi wasallam mendapatkan dan memperoleh hal tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir 5) -semoga Allah membinasakan mereka- terhadap Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wasallam. Terkadang mereka mengatakan bahwa beliau adalah seorang penyair, dan syi&#8217;ir tidak mungkin mampu kecuali orang yang mempunyai akal yang istimewa&#8230;. Dan pada kesempatan lain mereka mengatakan bahwa beliau gila&#8230;, maka lihatlah pertentangan tersebut!</p>
<p>5) Tentu dengan adanya perbedaan antara orang-orang kafir dan orang Ikhwan, maka mereka (Ikhwan) adalah orang-orang muslim.</p>
<p>Tujuan mereka dari kedustaan ini jelas sekali tidak ada kesamaan di atasnya, mereka ingin menggambarkan kepada orang-orang yang tergabung di dalam jamaah mereka bahwa salafiyyah adalah hizb seperti hizb-hizb yang lain. Keadaan salafiyyah seperti keadaan mereka. Masing- masing menyempurnakan sebagian atas sebagian yang lain seperti yang mereka sangka. Ini adalah kedustaan dan rekayasa. Hal ini dilihat dari beberapa segi:</p>
<p>PERTAMA: Bahwa salafiyyah tidak mempunyai pendiri dan pemimpin selain Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam. Berbeda dengan Ikhwanul Muslimin, pemimpin dan pendiri manhaj mereka adalah Hasan al-Banna rahimahullah dan orang yang sesudahnya.</p>
<p>KEDUA: Bahwa salafiyyah tempat kembalinya (rujukan) mereka adalah Al-Kitab, Sunnah dan apa yang salaful ummah ada di atasnya. Berbeda dengan mereka, tempat kembali mereka adalah Kitab, Sunnah danpandangan pemikiran serta gerakan yang disangka oleh mereka.</p>
<p>KETIGA: Bahwa salafiyyah, loyalitas adalah kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin. Berbeda dengan Ikhwan, maka loyalitas mereka diberikan kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang tergabung di dalam Ikhwanul Muslimin.</p>
<p>Syubhat Keempat :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Perkataan dan lontaran mereka pada akal-akal para anggota (al-Ikhwan) bahwa diskui dan dialog ilmiah dengan tenang untuk menjelaskan kebenaran kepada firqah-firqah ini dan lainnya tentang beberapa masalah adalah merupakan perdebatan yang tidak bermanfaat dan wajib untuk ditinggalkan.</p>
<p>Mereka menginginkan dengan lontaran tersebut untuk menjaga orang yang tergabung di dalam hizb mereka. Karena mereka tahu bahwa semata-mata dengan perginya orang tersebut saja untuk berdiskusi dan dialog dengan seorang salafi (Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah), hasilnya adalah dia akan meninggalkan hizb yang dia tergabung di dalamnya&#8230; jika dia termasuk orang yang bertakwa kepada Allah. Karena dia akan terbakar hangus dengan dalil-dalil yang tetap (tsabit) dari Kitab dan Sunnah dan apa-apa yang salaful ummah ada di atasnya.</p>
<p>Footnote :<br />
1) Barangsiapa yang ingin untuk membaca pembahasan tersebut, layangkanlah surat kepada saya dengan alamat yang akan saya jelaskan pada akhir tulisan, insya Allah.</p>
<p>(Dinukil dari “Hiwar haadii ma’a ikhwanii”, ditulis oleh Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi, alamat PO BOX 6018, El-Roms, Ra&#8217;s Al Khamiyah, Uni Emirat Arab, cetakan th 1995/1415 H. Edisi Indonesia : Dialog bersama ikhwani.)</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=12&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/19/kesesatan-qaradhawi-loyalitas-dengan-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslimbiasa.files.wordpress.com/2009/03/301f07ffcbcb9c941.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/BIOSTAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/BIOSTAR/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ancaman Berdusta Atas Nama Rasulullah SAW</title>
		<link>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/18/ancaman-berdusta-atas-nama-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/18/ancaman-berdusta-atas-nama-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 06:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwanbiasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[MEMAHAMI HADITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimbiasa.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Diringkas dari syarah Muslim 1/69-71 dan baca juga Al-Fath 1/210-214 &#38; 7/310.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=8&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Abdul Hakim bin Amir Abdat</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"> </span></p>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Halaman satu</span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"> dari dua tulisan</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Dalam masalah ke-2 ini, kami tunjukkan sejumlah hadits-hadits shahih, tentang ancaman yang sangat berat dan adzab yang sangat mengerikan kepada para pendusta dan pemalsu hadits atas Nabi SAW. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Hadits-hadist tersebut ialah : </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">&#8230;&#8230;&#8230;.. &#8220;Man kadzaba a&#8217;laiya muta&#8217;ammidan palyatabawwa maq&#8217;adahu minannaar&#8221;. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW &#8220;Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka&#8221;.<br />
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll) <span id="more-8"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW, &#8220;Barangsiapa yang membuat-buat perkataan atas (nama)ku yang (sama sekali) tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka&#8221;.<br />
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Ibnu Majah (No. 34) dan Imam Ahmad bin Hambal (2/321)) </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : &#8220;Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka&#8221;.<br />
(Hadits shahih riwayat Imam Bukhari (1/35) dll, hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (4/47) dengan lafadz yang sama dengan hadits No. 1,4,5,6 &amp; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan lagi (4/50) dengan lafadz. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : &#8220;Tidak seorangpun yang berkata atas (nama)ku dengan batil, atau (ia mengucapkan) apa saja (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, melainkan tempat duduknya di neraka&#8221;.<br />
Sanad ini shahih atas syarat Bukhari dan Muslim. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Anas bin Malik, ia berkata. Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah SAW telah bersabda : &#8220;Barangsiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka&#8221;.<br />
Hadits shahih dikeluarkan oleh Bukhari (1/35) dan Muslim (1/7) dll. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari bapaknya (Abdullah bin Zubair), ia berkata. Aku bertanya kepada Zubair bin &#8216;Awwam : &#8220;Mengapakah aku tidak pernah mendengar engkau menceritakan (hadits) dari Rasulullah SAW sebagaimana aku mendengar Ibnu Mas&#8217;ud dan si fulan dan si fulan..? Jawabnya : Adapun aku tidak pernah berpisah dari Rasulullah sejak aku (masuk) Islam, akan tetapi aku telah mendengar dari beliau satu kalimat, beliau bersabda : &#8220;Barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka&#8221;.<br />
Hadits shahih, dikeluarkan Bukhari (1/35), Abu dawud (No. 3651) dan Ibnu Majah (No. 36 dan ini lafadznya) dll. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Dua riwayat di atas dari dua orang sahabat besar Anas bin Malik dan Zubair bin &#8216;Awwam, menunjukkan betapa sangat hati-hatinya para sahabat radliyallahu &#8216;anhum dalam meriwayatkan hadits Nabi SAW. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Abdullah bin Amr, ia berkata. Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda : &#8220;Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada keberatan (yakni berdosa), dan barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka&#8221;.<br />
Hadits shahih, dikeluarkan oleh Bukhari (4/145) dan Tirmidzi (4/147 di Kitab Ilmu) dan Ahmad (2/159), 202 &amp; 214) dll. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Sabda Nabi SAW. &#8221; Ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada keberatan&#8221;, yakni tidak berdosa selama itu baik menurut Syara&#8217;. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Berkata Imam Malik. &#8220;Yang dikehendaki boleh menceritakan tentang mereka (Bani Israil) ialah dari urusan yang baik, adapun apa-apa yang telah diketahui dustanya tidak boleh&#8221;. Demikian juga keterangan Imam Syafi&#8217;iy, hampir sama. (baca Al-Fathul Bari 7/309 syarah Bukhari). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Bahwa cerita-cerita tentang Bani Israil itu ada tiga macam : </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Yang telah diketahui      kebenaran dan kesahihannya oleh Syara&#8217; dari perkara-perkara yang baik.      Maka inilah yang dimaksud dengan sabda Nabi SAW diatas. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Yang telah diketahui      kebatilan dan kedustaannya oleh Syara&#8217;. Maka tidak boleh kita ceritakan,      kecuali untuk menjelaskan kebatilan dan dustanya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Yang tidak atau belum      diketahui benar dan dustanya. Maka tidak boleh kita imani atau dustai, dan      menceritakannya-pun tidak ada faedah sama sekali. (baca Tafsir Ibnu Katsir      1/4). </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. &#8220;Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku.! Karena, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atasku, maka hendaklah ia memasuki neraka&#8221;.<br />
Hadist shahih, riwayat Bukhari (1/35), Muslim (1/7), Tirmidzi (4/142 Kitabul Ilmi), Ibnu Majah (No. 3) dan Ahmad. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Mughirah (bin Syu&#8217;bah) radliyallahu &#8216;anhu, ia berkata, Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : &#8220;Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama berdusta kepada orang lain (selainku), maka barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka&#8221;.<br />
Hadist shahih riwayat Bukhari (2/81), Muslim (1/8) dan Ahmad (4/252). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Watsilah bin Asqa&#8217;, ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. &#8220;Sesungguhnya dari sebesar-besar dusta adalah, seorang menda&#8217;wahkan/mengaku (berbapak) kepada yang bukan bapaknya (yakni menasabkan diri kepada orang lain yang bukan bapaknya), atau (ia mengatakan) telah diperlihatkan kepada matanya apa yang (sebenarnya) matanya tidak pernah melihat (yakni ia mengaku telah bermimpi dan melihat sesuatu tetapi sebenarnya bohong). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Dalam riwayat yang lain di jelaskan, atau (ia mengatakan), telah diperlihatkan kepada kedua matanya dalam tidur mimpi) apa yang tidak dilihat oleh kedua matanya (yakni ia mengaku telah bermimpi sesuatu padahal dusta), atau ia mengatakan atas (nama) Rasulullah SAW apa yang beliau tidak pernah sabdakan&#8221;.<br />
Hadits shahih, riwayat Bukhari (4/157) dan Ahmad (4/106) dan riwayat yang kedua, dari jalannya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Dari Abi Bakar bin Salim dari bapaknya (yaitu Salim bin Abdullah bin Umar) dari kakeknya (yaitu Abdullah bin Umar), ia berkata. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda. &#8220;Sesungguhnya orang yang berdusta atas (nama)ku akan dibangunkan untuknya satu rumah di neraka&#8221;. Hadist shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal di musnadnya (2/22, 103 &amp; 144) dan sanadnya shahih atas syarat Bukahri dan Muslim. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">TAKHRIJUL HADITS</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"><br />
Hadits &#8220;man kadzaba a&#8217;laiya&#8221; dan yang semakna dengannya tentang ancaman berdusta atas Rasullah SAW, derajadnya MUTAWATIR. Telah diriwayatkan oleh berpuluh-puluh sahabat, sehingga dikatakan sampai dua ratus orang sahabat meriwayatkannya. Dan tidak satupun hadits mutawatir yang derajadnya lebih tinggi dari hadits &#8220;man kadzaba a&#8217;laiya&#8221;.<br />
(baca : Syarah Muslim (1/68) An-Nawawi, Fathul Bari (1/213) Ibnu Hajar. Tuhfatul Ahwadziy syarah tirmidzi (7/418-420). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Bahwa banyaknya sahabat yang meriwayatkan hadits di atas memberikan beberapa faedah yang menunjukan : </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Nabi SAW sering menyampaikan      dan mengulang-ulang sabdanya tersebut. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Perhatian yang besar para      sahabat dalam memelihara, dan menjaga betul-betul sabda Nabi SAW dan      segala sesuatu yang disandarkan orang kepada beliau SAW. Sehingga mereka      saling berpesan dan berwasiat dan meriwayatkannya sesama mereka. Kemudian      mereka menyampaikannya kepada Tabi&#8217;in dan Tabi&#8217;in menyampaikannya kepada      Atba&#8217;ut Tabi&#8217;in dan seterusnya tercatat dan terpelihara dengan baik dan      rapi di dewan-dewan Imam-imam Sunnah. Sehingga sepanjang pemeriksaan saya      -hampir-hampir- tidak ada satupun Imam dari Imam-imam ahli hadits      melainkan meriwayatkannya di kitab-kitab hadits mereka. Dari Amirul      Mu&#8217;minin fil hadits Al-Imam Bukhari sampai Imam Ibnul Jauzi radiiyallahu      &#8216;anhum wa jazaahumullahu &#8216;anil Islam khairan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Ketinggian derajadnya dalam      kesahihan dan kemutawatirannya dan mencapai tingkat teratas dalam martabat      hadits-hadits mutawatir. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Kebesaran maknanya yang      meliputi beberapa faedah dan sejumlah qaidah dan menutup pintu      kerusakan-kerusakan yang besar dalam Agama ini, disebabkan berdusta atas      nama Nabi SAW. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">LUGHOTUL HADITS</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"><br />
Sabda Nabi Saw : &#8230;.palyatabawaa&#8230; = hendaklah ia mengambil </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Artinya : Maka hendaklah ia mengambil untuk dirinya satu tempat tinggal (yakni di neraka). Dikatakan : Seorang mengambil tempat, (yakni) apabila ia mengambilnya sebagai tempat tinggalnya (tempat menetap atau rumahnya). Maka sabda Nabi SAW. &#8220;Hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka&#8221;. bentuk perintah yang maknanya kabar, atau bermakna mengancam, atau maknanya mengejek dan marah, atau mendo&#8217;akan pelakunya yakni semoga Allah menempatkannya di neraka&#8221;.<br />
(Al-Fath 1/211 dan syarah Muslim 1/68). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Saya berpandangan : Bahwa tempat tinggal yang dimaksud telah dijelaskan di hadits nomor 10, yaitu Allah SWT telah disediakan untuknya satu rumah di neraka. Wallahu &#8216;Alam. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">SYARAH HADITS</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"><br />
Menurut Imam Nawawi (rahimahullahu) hadits ini meliputi beberapa faedah dan sejumlah qawaa&#8217;id, diantaranya : </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Ketetapan tentang qa&#8217;idah      dusta bagi Ahlus Sunnah. (akan datang penjelasannya). </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Sangat besar pengharaman      dusta atas nama beliau SAW, dan merupakan kekejian dan kebinasaan yang      sangat besar. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Tidak ada perbedaan tentang      haramnya berdusta atas nama Nabi SAW baik dalam masalah-masalah ahkam      (hukum-hukum) atau bukan, seperti ; tarhib dan nasehat-nasehat dan      lain-lain. Maka semuanya itu adalah haram dan sebesar besar dosa besar dan      seburuk-buruk perbuatan menurut ijma&#8217; kaum muslimin. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Haram meriwayatkan hadits      maudlu&#8217;/palsu atas orang yang telah mengetahui kemaudlu&#8217;annya atau berat      sangkaan bahwa hadits tersebut maudlu&#8217;. Maka barangsiapa yang meriwayatkan      satu hadits yang ia ketahui atau berat sangkaannya bahwa hadits itu palsu      dan ia tidak menjelaskan kepalsuannya, maka ia termasuk kedalam ancaman      hadist di atas dan tergolong orang-orang yang berdusta atas nama      Rasulullah SAW. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Diringkas dari syarah Muslim 1/69-71 dan baca juga Al-Fath 1/210-214 &amp; 7/310.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muslimbiasa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muslimbiasa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muslimbiasa.wordpress.com&amp;blog=6937782&amp;post=8&amp;subd=muslimbiasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimbiasa.wordpress.com/2009/03/18/ancaman-berdusta-atas-nama-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b62982a37de1e8daca30551caffcd2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwanbiasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
